kebun buah mangunan yang wajib di kunjungi oleh para petualang

 Kebun Buah Mangunan Yogyakarta yang terdapat di ketinggian 150 – 200 mtr. diatas permukaan air laut menyuguhkan memberikan pengaruh sendiri untuk turis lokal dan mancanegara. Visitor yang ada ditempat ini bakal disajikan panorama Sungai Oya serta jejeran kebun buah-buahan. Bakal makin mengasyikkan jika turis lokal dan mancanegara datang berbarengan oleh waktu musim buah. Maka turis lokal dan mancanegara bakal peroleh panorama yang indah sekalian rasakan manisnya buah-buahan.

Kebun buah-buahan di Mangunan Yogyakarta ini ada di tempat satu bukit seluas 23 hektar. Yang impresif besutan tempat ini merupakan pohon buah-buahan ditanam sesuai sama oleh kemiringan bukit. Ada banyak buah yang bisa diketemukan di sini salah satunya yakni belimbing, cempedak, durian, jambu biji, jeruk, kelengkeng, mangga, manggis, matoa, rambutan, salak, sawo serta sebagainya. Di lereng bukit ini pula ditanami pohon jati, pohon pinus, serta pohon magium.
Kegiatan di Kebuh Buah Mangunan Yogyakarta
kebun buah mangunan

Untuk turis lokal dan mancanegara yang berkunjung ke Kebun Buah Mangunan Yogyakarta sudah pasti bakal disajikan panorama jejeran perkebunan berbagai macam pohon buah. Visitor bisa turut memanen serta rasakan kesegaran buah-buahan yang dipanen segera besutan pohonnya.
kebun buah mangunan
Tetapi sesungguhnya sebagai maksud turis lokal dan mancanegara mendatangi Kebun Buah Mangunan ini merupakan spot di puncak Bukit Mangunan. Besutan tempat ini turis lokal dan mancanegara bakal disajikan panorama mengagumkan di bawahnya. Aliran air Sungai Oya yang berkelok-kelok bakal nampak seperti lihat panorama Sungai Amazon ala Yogyakarta.

Sungai Oya bakal berwarna kehijauan toska di waktu cuaca terang serta waktu musim penghujan bakal berwarna kecoklatan. Besutan spot ini turis lokal dan mancanegara pula bisa lihat Kota Bantul serta Pantai Parangtritis sektor selatan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "kebun buah mangunan yang wajib di kunjungi oleh para petualang"

Post a Comment